"Akhirnya datang Sekda untuk meminta maaf dan menjembatani persoalan itu. Wakil bupati pun pergi diikuti beberapa pejabat lain untuk mendinginkan situasi," ujarnya.
Sekwan DPRD Labusel Riswanto sebagai ketua panitia upacara yang mendapat giliran pelaksana ketika dikonfirmasi tidak membantah terkait dengan kemarahan wakil bupati, akibat teks Pancasila itu.
"Ngamuk lah bapak (wabup), kok bisa lalai, koordinasi kami panitia kurang dengan sekretariat. Sebagai pelaksana kami harusnya mengecek dulu semua. Intinya saya siap salah," tegasnya.
Sementara Wakil Bupati Kholil Jufri ketika dikonfirmasi melalui sambungan telefon terkait persoalan kemarahannya, dia enggan memberikan komentar. "Terima kasih ya," tuturnya singkat seraya langsung menutup sambungan telefon.
(Rizka Diputra)