LAGOS – Pemerintah Nigeria telah menyita lebih dari 100 karung beras plastik yang diselundupkan ke negara itu di tengah meroketnya harga bahan pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Petugas berwenang mengingatkan beras plastik yang diduga dibawa dari China itu berbahaya untuk dikonsumsi manusia.
Diwartakan dari AFP, Minggu (25/12/2016), karung beras seberat 50 kilogram dengan merk “Best Tomato Rice” itu tidak memiliki tanggal pembuatan dan berhasil dicegat pekan lalu sebelum beredar di kota.
“Kami telah melakukan analisis awal terhadap beras plastik itu. Setelah direbus, beras itu lengket dan hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi jika benda itu dikonsumsi manusia,” kata petugas bea cukai daerah Ikeja, Mohammed Haruna.
Meski mengalami kelangkaan, Nigeria melarang impor beras karena ingin meningkatkan produksi beras lokal. Haruna mengatakan, beras-beras plastik itu akan dijual menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Dengan inflasi yang terjadi, harga bahan makanan, termasuk beras di Nigeria semakin tinggi. Harga sekarung beras seberat 50 kilogram di Nigeria saat ini hampir dua kali lipat dari harga di bulan yang sama tahun lalu.
Pada 2015, beras plastik China sempat membuat heboh penduduk di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia, India dan Vietnam. Meski terlihat seperti beras pada umumnya, beras-beras itu dibuat dengan campuran kentang, kentang manis dan resin sintetis yang dapat menyebabkan kerusakan sistem pencernaan jika dikonsumsi.
(Rahman Asmardika)