"Jumlah ini adalah estimasi kasar yang nanti akan dihitung lebih detil dengan menggunakan pendekatan Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan PascaBencana) sekaligus dihitung besarnya kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekontruksi," jelas Sutopo.
Menurut Sutopo pendataan masih terus dilakukan mengingat belum semua kerusakan tercatat. Diperkirakan, lanjut Sutopo dampak ekononi akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya data kerusakan.
"Pemerintah daerah Kota Bima memperkirakan kerugian dari harta penduduk mencapai Rp 607,93 Milyar sehingga total kerugian ditaksir mencapai Rp 984,40 Milyar," jelas Sutopo.
Hingga saat ini, BPBD NTB dan instansi terkait masih terus melakukan penanganan dampak banjir. BNPB mencatat banjir bandang tersebut merendam 33 desa di 5 kecamatan di Kota Bima yang meliputi Kecamatan Rasanae Timur, Mpunda, Raba, Rasanae Barat, dan Asakota. Akibatnya sebanyak 105.753 jiwa masyarakat Kota Bima terdampak langsung dari banjir.
"Saat ini masih ada 8.491 jiwa pengungsi yang tersebar 30 titik," tukas Sutopo.
(Salman Mardira)