BANDAR LAMPUNG - Pesantren Programmer Lampung tak hanya mencetak program dan programer andal. Melainkan juga, programer yang berperilaku baik. Hal ini penting untuk kelanjutan bisnis dengan konsumen.
"Banyak programer nakal. Uangnya sudah diberikan oleh konsumen, tapi program yang dipesan entah kemana, orangnya juga entah kemana. Pesantren Programmer ini berusaha membentuk programer yang cerdas dan berakhlak baik," kata Iwan Setiawan dari PT Andaglos Global Teknologi yang memprakarsai Pesantren Programmer Lampung, Sabtu (7/1/2017).
Iwan menceritakan, Pesantren Programmer Lampung adalah usaha untuk menggabungkan antara kegiatan keagamaan dengan pembelajaran bahasa pemprograman. Membentuk programer berakhlak baik itu salah satu tujuannya.
“Awalnya kami melihat di Lampung ini banyak anak muda yang memiliki potensi bagus untuk dikembangkan dalam programing, hanya belum tersalurkan. Padahal peluang pasar yang ada sangat bagus," katanya.
Para santri yang telah diterima dalam Pesantren Programmer, kata Iwan, akan menjalani pendidikan agama dan programing secara intensif selama satu tahun. Pelajaran yang diterima antara lain, Pemrograman Web, Pemrograman Mobile, Database, Desain, Karakter, Alquran, Tahsin, Tauhid, Fikih, dan Akhlak Islami.
"Kegiatan keagamaan itu dilakukan malam di pesantren atau di pondokan. Sementara kegiatan programing itu dari pagi sampai sore di sini," katanya. Tempat pembelajaran pembuatan program itu sendiri dilakukan di Kantor PT Andaglos Global Teknologi di Kompleks Ruko Terminal Kemiling.