Iwan yang telah lebih dari 10 tahun berkecimpung di bisnis pemprograman ini mengatakan, dengan adanya Pesantren Programmer tersebut sangat efektif membentuk kepribadian dan akhlak programer yang baik.
"Selain cerdas dan memiliki kapasitas, akhlaknya juga bagus. Ini sangat penting untuk kelanjutan usaha bisnis programing. Karena di bisnis ini, programer bukan hanya membuat sebuah aplikasi atau program saja, tetapi juga maintenance (perawatan) aplikasi itu," katanya.
Selain hal tersebut, perbedaan metode pembelajaran program di pesantren yang berdiri sejak Januari 2016 lalu itu pun membuat para santri bisa membuat sebuah program hanya dalam kurun waktu satu bulan. Angkatan pertama, kata Iwan, belajar program satu bulan sudah bisa.
"Nah angkatan ketiga ini kami saja kaget, dua minggu sudah bisa, sudah jadi produknya. Sekarang kami membuka pendaftaran angkatan keempat," katanya.
Ia menjelaskan, metode yang dipakai yakni hanya mempelajari yang dibutuhkan saja. Hal itu berbeda dengan pembelajaran di kampus yang mempelajari segala aspek dari programing.
"Enggak dipelajari semua. Begitu mereka masuk, sudah ada order produk. Jadi mereka langsung mengerjakan itu. Nah, yang dibutuhkan saja yang dipelajari," katanya.