BENGKULU - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Abu Bakar mengatakan, keberadaan Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) di Provinsi Bengkulu, terancam punah. Pasalnya saat ini Harimau hanya tersisa sekira 17 ekor.
Belasan Harimau itu, kata dia, berada di tiga kabupaten di Bumi Rafflesia, seperti di kawasan hutan Kabupaten Seluma, Bengkulu Utara dan Kabupaten Mukomuko.
"Harimau Sumatera di Bengkulu, terancam punah. Dari data yang kita kantongi hanya tersisa 17 ekor," kata Abu, kepada Okezone, Jumat (13/1/2017).
Pendataan jumlah Harimau di tiga kabupaten itu, sambung Abu, dilakukan dengan metode pemasangan camera trap atau alat untuk merekam foto atau video dari satwa liar yang menjadi target pengamatan.
Data tersebut, sampai dia, merupakan hasil pendataan pada tahun 2016 lalu, di mana pada tahun 2015 Harimau Sumatera hanya 15 ekor. Di mana 2 ekor tambahan lantaran adanya kelahiran anak harimau di kawasan hutan di Kabupaten Seluma.