SEOUL – Lukisan bugil Presiden Korea Selatan Park Geun-hye memicu kontroversi ketika dipamerkan di gedung Majelis Nasional, Seoul. Sang seniman lukisan tersebut mengklaim, karyanya itu merupakan seni bertema satir/sindiran.
Lukisan bugil itu merupakan salah satu karya dari 22 seniman yang memiliki tema sindiran terhadap Park dan sahabatnya, Choi Soon-sil. Keduanya saat ini sedang terjerat skandal politik.
Lee Ku Young yang membuat lukisan bugil tersebut mendapatkan inspirasinya dari hasil karya Manet pada 1863 yang berjudul “Olympia”. “Seorang presiden dari sebuah negara tentu saja menjadi target sindiran,” tegas Lee terkait karyanya itu, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Namun, karya itu langsung membuat para pendukung Park menyerbu gedung Majelis Nasional dan membanting lukisan tersebut ke lantai. Polisi terpaksa menangkap para pendukung Park dengan tuduhan perusakan.
Pejabat Partai Demokrat yang menggelar pameran tersebut, Pyo Chang-won menyatakan, insiden itu di luar tanggung jawabnya sebab ia tidak memilih-milih hasil karya yang akan dipamerkan para seniman. Politikus dari partai penguasa serta oposisinya juga memberikan kritikan tajam terhadap Pyo yang dianggap semakin memanaskan suasana di Korea Selatan.
Warga Korea Selatan sendiri saat ini masih terus menunggu keputusan Mahkamah Agung untuk menerima atau menolak proses pemakzulan terhadap Park
(Emirald Julio)