Ini Langkah Strategis 6 Cagub Aceh Tingkatkan PAD jika Terpilih di Pilkada 2017

Rayful Mudassir, Jurnalis
Selasa 31 Januari 2017 15:28 WIB
Debat kandidat 6 pasangan cagub dan cawagub Aceh di Banda Aceh pada 22 Desember 2016 (Irwansyah/Antara)
Share :

BANDA ACEH – Enam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh memaparkan langkah strategis dan konkretnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) jika terpilih pada Pilkada 2017. Hal itu disampaikan dalam debat kandidat tahap tiga di Amel Convention, Banda Aceh.

Penyampaian langkah konkret itu diawali dengan pertanyaan panelis yang dibacakan moderator Aryo Ardi dalam debat yang disiarkan langsung iNewsTV, Selasa (31/1/2017). Namun, rata-rata jawaban kandidat soal peningkatan PAD adalah mewujudkan investasi.

Pasangan nomor urut tiga, Abdullah Puteh-Sayed Mustafa yang mendapat giliran pertama menjawab. Abdullah mengatakan, jika ia terpilih jadi gubernur Aceh maka akan mengambil langkah mendorong dunia usaha berkembang pesat.

Mendorong terbentuknya 100 perusahaan yang didukung penuh oleh pemerintah. Tapi pemerintah juga harus memiliki andil di perusahaan. “Setiap perusahaan harus punya saham bagi pemerintah daerah,” ujarnya.

Kemudian dalam pemberantasan kemiskinan, ia berjanji akan memodernisasi sistem pertanian sehingga petani bisa menggarap sawahnya lebih dari sekali dalam setahun.”Sehingga pendapatan mereka akan meningkat,” sebut Abdullah.

Ia juga akan mengajak pengusaha memanfaatkan 1 juta hektar untuk membuka lapangan kerja.

Pasangan nomor urut enam, Irwandi Yusud-Nova Iriansyah mengatakan, untuk menaikkan jumlah PAD akan melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM), kemudian menjalankan lagi program pencetakan 1.000 saudagar melalui Kadin.

Selanjutnya menata dan mengelola ulang lahan-lahan yang sekarang dikuasai pengusaha dan tuan tanah. “Harus ditinjau ulang untuk kesejahteraan rakyat,” sebut Nova.

Kemudian mengundang investor masuk ke Aceh dan menghapus imej negatif tentang Aceh di luar negeri teruma terkait penerapan syariat Islam.

Pasangan nomor urut lima, Muzakir Manaf-TA Khalid mengatakan, langkah konkretnya dalam meningkatkan PAD adalah memfungsikan potensi-potensi yang belum tergarap seperti sungai.

“Untuk meningkatkan PAD Aceh adalah keamanan berdasarkan MoU (Helsinky) untuk meyakinkan investor,” ujar Muzakir.

Selanjutnya membangun perusahaan lokal milik pemerintah sekaligus menjalin kerjasama dengan perusahaan lain. Lalu sektor perikanan, perkebunan akan dijadikan industri.

Pasangan nomor urut dua, Zakaria Saman-T Alaidinsyah mengatakan, untuk meningkatkan PAD akan mempermudah regulasi agar investor mudah masuk ke Aceh.

Kemudian membentuk basis pedagang, penegakan hukum, menciptakan transparansi. “Izin harus dipermudah, keamanan harus terjamin,” sebut Alaidinsyah.

Pasangan nomor urut empat, Zaini Abdullah-Nasaruddin mengatakan, langkah strategisnya menaikkan PAD adalah mewajibkan objek-objek yang ada di Aceh membayar restribusi ke Aceh. “Pengusaha-pengusaha yang berusaha di Aceh harus bayar pajak di Aceh,” ujar Nasaruddin.

Selanjutnya menggali objek pajak baru seperti sektor pariwisata yang Islami. Kemudian memanfaatkan potensi sumber daya alam di laut. Lalu mempermudah perizinan investasi.

“Kita akan menjaga keras ini agar tidak ada pungli-pungli terhadap investor,” kata Zaini.

Ia juga berjanji akan memenuhi kekurangan energi listrik jika terpilih kembali jadi gubernur, karena menurutnya krisis listrik jadi salah satu penghalang investor masuk ke Aceh.

Pemenuhan energy listrik, kita proaktif mengundang investor datang.

Sementara pasangan nomor urut satu, Tarmizi Karim-Machsalmina Ali mengatakan, sudah mendesain penggunaan dana otonomi khusus agar efektif untuk meningkatkan PAD. Desainnya dibagi dalam tiga zona.

Kemudian mempermudah regulasi izin investasi, menjamin keamanan, dan energi listrik agar investor mau menanam modalnya di Aceh.

 

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya