Sri Lanka Tangkap Tujuh Penyelundup "Kerang Sakral"

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Jum'at 03 Februari 2017 22:35 WIB
Kerang Langka yang Disebut Kerang 'Tangan Kanan' di Sri Lanka. (Foto: BBC)
Share :

KOLOMBO - Polisi Sri Lanka menahan tujuh orang yang diduga akan menyelundupkan sebuah cangkang kerang langka secara ilegal. Kerang tersebut diketahui merupakan jenis yang dilindungi oleh konvensi internasional dan dilarang untuk dijual.

Polisi menyatakan cangkang kerang sepanjang 45 sentimeter (cm) tersebut harganya diperkirakan mencapai Rp943 juta. Selain itu, kerang yang disebut dengan kerang 'tangan kanan' itu diketahui merupakan kerang yang dianggap sakral bagi umat Hindu di Sri Lanka.

"Kerang bengkok 'tangan kanan' ini merupakan jenis yang sangat langka. Keberadaannya hanya 1 banding 10 juta kerang," ujar ahli studi kelautan dan pesisir Dr AK Kumaraguru, sebagaimana dikutip dari BBC, Jumat (3/2/2017).

Sri Lanka kini tengah dihadapkan dengan krisis penyelundupan kerang laut. Perdagangan ilegal kerang laut nilainya ditaksir mencapai jutaan dolar Amerika Serikat.

"Hanya ada sedikit data tentang perdagangan kerang baik yang legal maupun ilegal. Informasi yang ada tidak menunjukkan angka yang jelas. Tapi kini para ilmuwan tengah melakukan studi dan meminta laporan dari para kolektor kerang maupun nelayan terkait perdagangan kerang," terang Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Fauna dan Flora (CITES) dalam keterangan resminya di Jenewa, Swiss.

Sri Lanka sendiri diketahui telah memberlakukan perlindungan pada spesies kerang langka. Namun menurut para ahli dan ilmuwan, pemerintah belum melaksanakan aturan tersebut secara tegas dan ketat sehingga penyelundupan kerang terus terjadi.

Seorang aktivis kehidupan laut yang tak disebutkan identitasnya mengatakan hanya untuk menemukan sebuah kerang di pantai Sri Lanka menjadi hal yang sulit sekarang. (rav)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya