“Setahu saya nantinya tempat keberadaan pesawat tersebut akan dijadikan kafe atau rumah makan, sekaligus tempat wisata, selain pesawat, saya dengar juga kapal yang karam di Jayapura akan dibawa ke sini untuk menjadi tempat wisata," terangnya.
Saat ini sambung dia, untuk masuk ke lokasi hutan tempat keberadaan pesawat tersebut kurang lebih satu kilometer dari jalan besar Koya Tengah tanpa dipungut biaya. Namun ke depan pihaknya akan menerapkan sistem pajak dan itu masih dalam pembahasan kampung, di mana pajak tersebut kata dia akan digunakan untuk kepentingan kampung itu sendiri.
Untuk ke lokasi pesawat nyasar itu, dari arah Kota Jayapura perlu waktu sekitar satu jam, tergantung dari laju kendaraan. Salah seorang warga dari Arso Kabupaten Keerom bernama Heri, bahkan sengaja datang membawa serta seluruh keluarga besarnya. Dia mengaku penasaran dengan keberadaan pesawat di tengah hutan dengan kondisi yang masih utuh.
(Rizka Diputra)