Karier Wahidin di dunia jurnalistik tidak dihabiskan di Retno Doemilah. Pada 1908, Wahidin juga mengawangi Goeroe Desa, sebuah majalah milik Boedi Oetomo.
Berbeda dengan Retno Doemilah yang menitikberatkan pada pentingnya pengajaran, majalah ini menyuarakan tentang kesehatan, sebagai lawan dari kepercayaan kepada dukun dan takhayul di waktu itu. Disebabkan pengaruh cara pandang Wahidin inilah Soetomo dan kawan-kawan di STOVIA mendirikan Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, yang hingga sekarang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Semangat Wahidin terus menyala hingga usianya bertambah tua. Ia tetap mengabdikan diri di lapangan sosial. Sebagai baktinya kepada bangsa Indonesia, Wahidin juga diteguhkan sebagai Pahlawan Nasional dengan SK Presiden RP tahun 1973. Demikian dikutip dari buku, “Tanah Air Bangsa, Seratus Jejak Pers Indonesia”.
(Tuty Ocktaviany)