KECINTAAN dr Soetomo pada bidang jurnalistik patut diacungi jempol, sekalipun ia sibuk menjadi tokoh pergerakan. Hingga akhir hayatnya, ia yang menakhodai sederet surat kabar di Indonesia agar tetap aktif dengan dunia pers.
Ketika sudah cinta dengan bidang yang digelutinya, seseorang akan total melakukan banyak gebrakan. Semangat itu juga menggambarkan sosok dr Soetomo yang tidak hanya dikenal sebagai tokoh pergerakan Indonesia, tetapi juga pers.
Ya, dr Soetomo rupanya juga aktif di bidang jurnalistik. Banyak surat kabar yang lahir berkat tangan dinginnya. Ia juga dikenal sebagai jurnalis yang memiliki tulisan tajam dan jitu, serta tersusun dengan baik.
Sebagai aktivis pergerakan, dr Soetomo sadar betul bahwa media, khususnya surat kabar, memegang peranan penting dalam usaha memperjuangkan Indonesia. Wajar jika kemudian, ia termotivasi untuk terus menelurkan ide guna mengembangkan surat kabar.
Dr Soetomo lahir di Ngepeh, Nganjuk, Jawa timur, pada 30 Juli 1888. Saat kecil, namanya bukan Soetomo, melainkan Soebroto.
Ketika akan masuk sekolah di Bangil, namanya diganti menjadi Soetomo. Nama tersebut kemudian ia gunakan hingga akhir hayatnya.
Soetomo sejak kecil tinggal dan dibesarkan oleh kakek dan neneknya. Setelah melanjutkan pendidikan dasar di Bangil, atas saran ayahnya, R Soewadji, Soetomo melanjutkan pendidikannya di STOVIA mulai 10 Januari 1903, dengan obsesi menjadi dokter.