Dr Soetomo, Tokoh Pergerakan yang Cinta Dunia Pers hingga Akhir Hayat

Tuty Ocktaviany, Jurnalis
Rabu 08 Februari 2017 19:04 WIB
Dr Soetomo (Foto: Okezone/Ist)
Share :

Ruang gerak BO terbatas hanya pada sosial, sementara aktivitas jurnalistik terbatas pada beberapa terbitan internal. Salah satunya adalah majalah bulanan Goeroe Desa yang digagas oleh dr Soetomo. Terbitan lainnya adalah beberapa petisi kepada pemerintah yang meminta kesediaannya untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar dan menengah.

Baru ketika BO memutuskan untuk terjun ke dunia politik, sekira 1915, organisasi ini memiliki organ pers yang solid. Dr Soetomo yang menjadi Ketua BO pun merangkap sebagai ketua atau pemimpin umum dalam beberapa koran terbitannya, antara lain surat kabar Boedi Oetomo, terbitan sekira 1920 di Bandung dan Yogyakarta.

Kecuali di BO, dr Soetomo terlibat dalam organisasi Indonesische Studieclub Surabaja (ISC) yang dibentuk di Surabaya pada 27 Juli 1924. Awalnya, kelompok studi ini ditujukan khusus bagi para cendekiawan yang berada di Surabaya. Selanjutnya, bermunculan kelompok studie sejenis sebagai afdeeling (cabang) di kota-kota, seperti Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Solo.

Keteguhan dr Soetomo untuk konsen pada ide-ide nasionalis dalam Indonesische Studieclub dibuktikan dengan hengkang dari Boedi Oetomo yang dinilai makin bercorak primordial kejawa-jawaan pada 1925.

Dalam sebuah rapat yang diadakan pada 24 Januari 1926, bestuur (pemimpin) ISC mengeluarkan putusan untuk menerbitkan surat kabar bulanan, Soeloeh Indonesia, dengan dr Soetomo sebagai pemimpin umum koran tersebut. Ia dibantu oleh sejawatnya, antara lain RT Tjindarboemi, RP Mr Singgih, M Soenjoto, RMH Soedjono, dan Mr M Soewono. Mereka inilah pengurus inti dari ISC maupun Soeloeh Indonesia.

Sebagai organisasi milik ISC, Soeloeh Indonesia menjadi tempat para anggota dan simpatisan menuangkan ide-ide nasionalisme dalam bentuk tulisan serta memuat warta dan keputusan-keputusan perkumpulan.

Untuk menciptakan kekompakan dan kesatuan dalam organisasi, Soeloeh Indonesia dilebur dengan majalah milik Indonesiasische Studie Club Bandung. Majalah hasil merger ini diberi nama Soeloeh Indonesia Moeda. Majalah ini menjadi mimbar propaganda idealisme kedua studie club itu dan studieclub afdeeling lainnya.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya