Pada sekitar 2000–2004 Willy mendirikan kampung seni di Pondok Mutiara bersama beberapa seniman lainnya. Mulai seniman tarik suara, pelukis, hingga pemahat.
Sejak saat itu dia mendedikasikan halaman rumahnya bersama perupa lainnya untuk membantu mengenalkan karya-karya seni warga Sidoarjo. Untuk memperingati hari jadi Sidoarjo, misalnya. Sabtu, 11 Februari 2017 malam dia dan Amdo Brada, seorang pelukis sekaligus tetangga sebelahnya, menyisihkan sebagian rumahnya untuk tempat berkunjung bagi warga. Festival seni tengah dihelat di kampung itu hingga 25 Februari mendatang.
Sebagian rumahnya dijadikan tempat untuk memajang lukisan seniman-seniman asal Jawa Timur. Di antaranya, karya Moses Rusdi dan Bagas Karuniaputra. “Yang jelas, saya ingin melihat, membeli, menikmati, dan memperkenalkan seni buatan anak bangsa,’’ papar pria yang juga seorang guru itu. (Jos Rizal)
(Hessy Trishandiani)