Pada 15 Februari lalu, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 135 personel dari Saudi datang lebih dulu. Mereka bertugas melakukan koordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk pengamanan kedatangan Raja Arab Saudi. Rencananya, rombongan pesawat kargo kembali tiba di Indonesia pada 28 Februari. Ada tiga pesawat yang dijadwalkan mendarat di Halim.
"Nanti mungkin seperti empat pesawat kargo lainnya. Tidak parkir. Dari Halim langsung ke Bali," jelas Agus.
Raja Salman sendiri rencananya tiba pada 1 Maret di Lanud Halim dengan menggunakan empat pesawat bersama 1.500 orang, 10 menteri, dan 25 pangeran. Agus mengungkapkan, seluruh jadwal kedatangan rombongan tersebut masih dinamis. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Lanud Halim, Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia, PT Jasa Angkasa Semesta (JAS), dan maskapai penerbangan Saudi Arabia Airlines.
Direktur Operasional JAS Airport Services Subiyono menjelaskan, tangga khusus Raja Salman dan sejumlah perlengkapan lain milik rombongan kerajaan tiba di Bandara Halim dan Ngurah Rai sejak Selasa 21 Februari. Pengiriman itu berlangsung hingga kemarin.
Menurut Subiyono, salah satu kargo spektakuler yang diangkut adalah eskalator yang biasa digunakan Raja Salman. Tangga motorized itu diangkut pesawat Saudi Arabian (SV 6854) yang tiba di Halim Selasa lalu pukul 24.00 WIB. Perjalanan dilanjutkan menuju Denpasar Rabu pukul 07.00 Wita.
"Kami secara khusus men-deploy main deck loader dari Cengkareng dengan kapasitas 32 ton untuk menaikkan dan menurunkan kargo mereka," ujarnya.