SEMARANG - Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah menemukan jejak-jejak macan tutul jawa di Cagar Alam Cabak, Kabupaten Blora. Jejak macan tutul langka tersebut ditemukan saat petugas BKSDA patroli kemarin.
"Tim saat itu melakukan pengambilan titik koordinat untuk mengetahui posisi lokasinya dan melakukan pencetakan dengan gypsum untuk identifikasi lebih lanjut," kata Kepala BKSDA Jateng, Suharman, Semarang, Selasa (28/2/2017).
Menurut Suharman, jejak yang ditemukan tersebut berdiameter sekira 7 sentimemeter. Ukuran jejak tersebut ini dinilai cocok dengan diameter jejak macan tutul jawa yang panjangnya antara 7 sampai 9 sentimeter.
Suharman menegaskan, Cagar Alam Cabak memang habitat asli macan tutul jawa yang menyukai tipe hutan kering. Namun, di kawasan tersebut, keberadaan macan tutul sudah lama sekali tidak pernah terlihat.
"Kita senang dan lebih semangat karena binatang yang sangat langka tersebut ternyata masih ada," tegas Suharman.
Sejauh ini, kata Suharman, keberadaan macan tutul jawa dimonitor hanya di Cagar Alam Nusakambangan Timur, Cilacap, Jawa Tengah. "Di Nusakambangan Timur masih cukup banyak karena rutin kita monitor pakai kamera trap," ujar Suharman.
Namun, dengan temuan jejak macan di Cabak, BKSDA meyakini macan tutul jawa masih ada. Suharman menyatakan BKSDA Jateng akan melakukan pemasangan kamera trap seperti di Nusakambangan untuk memonitor keberadaan binatang buas tersebut.
"Mudah-mudahan terus lestari keberadannya. Sehingga masih bisa dilihat oleh anak cucu kita di habitat alamnya dan bisa kita wariskan kepada generasi yang akan datang," ujar Suharman.
(Salman Mardira)