PENGGEMAR sejarah serta petualangan di berbagai lokasi kuno pasti mengenal situs Machu Pichu di Peru. Menurut sejarah, Machu Pichu merupakan benteng yang dibangun untuk menjadi rumah Kaisar Pachacuti. Namun bangunan megah itu ditinggalkan oleh suku Inca satu abad setelah Spanyol memulai penaklukkannya.
Lokasi bersejarah yang masuk Situs Warisan Dunia UNESCO itu sebenarnya cukup dikenal oleh warga setempat serta orang Spanyol ketika masih masa kolonial. Namun nama Machu Picu baru mendunia ketika akademisi dan politikus asal Amerika Serikat, Hiram Bingham III, mengenalkan situs bersejarah itu ke masyarakat di Barat.
Nyatanya, klaim Bingham bahwa Machu Pichu ditemukan olehnya tidak sepenuhnya benar. Sebagaimana dikutip dari Vintage News, Senin (20/3/2017) situs bersejarah itu sebenarnya sudah dikenal oleh warga setempat dan Spanyol. Klaim Bingham sendiri tidak akan terwujud jika ia tidak dibantu seorang remaja tanggung berusia 11 tahun.
Pada 1909, usai menghadiri Kongres Ilmiah Pan-Amerika di Santiago, Bingham menerima undangan mengeksplorasi puing-puing peninggalan suku Inca di Choqquequirau, Peru. Pada saat inilah dosen di Yale University itu mulai tertarik dengan budaya Inca.
Dengan modal nekat serta tanpa pengalaman sebagai arkeolog, Bingham mengadakan ekspedisi Yale-Peruvian pada 1911 dengan tujuan menemukan ibu kota Inca yang telah hilang, Vitcos. Ia berkonsultasi pada sejarawan asal Lima, Carlos Romero. Kemudian, Bingham memulai ekspedisi tersebut.
Di sepanjang sungai Urubamba yang menjadi jalur ekspedisinya, Bingham berusaha mengumpulkan berbagai informasi dari warga setempat. Sayangnya ia tetap tidak menemukan tanda-tanda Vitcos. Akhirnya Bingham menemukan titik terang setelah membangun kamp di Mandor Pampa.
Di sana ia bertemu dengan seorang petani dan pemilik penginapan, Melchor Arteaga. Setelah bertanya mengenai informasi terkait suku Inca, Arteaga mengajak Bingham menuju gunung Huayna Picchu.
Hiram Bingham III. (Foto: Vintage News)
Di puncak gunung, Bingham dan Arteaga bertemu dengan sepasang suami-istri dan anak mereka, Pablito, yang bertani di tanah Machu Pichu. Remaja 11 tahun tersebut lalu menjadi pemandu Bingham di situs Machu Picchu. Pablito sendiri sudah mengetahui keberadaan situs Machu Picchu, demikian juga penduduk lokal.
Saat Bingham tiba di Machu Picchu, situs tersebut tertutup berbagai tanaman sehingga ia tidak dapat mengungkap sepenuhnya situs tersebut. Setelah mendokumentasikannya, Bingham meninggalkan Machu Picchu karena situs itu bukanlah kota Vitcos yang selama ini dicarinya.
Ekspedisinya dilanjutkan menuju Urubamba dan ke atas Sungai Vilcabamba sembari meneliti semua puing-puing yang ia temukan di sepanjang perjalanannya. Dibantu oleh warga setempat, Bingham akhirnya berhasil menemukan dan mengidentifikasi Kota Vitcos yang warga setempat sebut Rosaspata.
Bingham juga menemukan situs bersejarah besar lainnya ketika terus melanjutkan perjalanannya. Namun, tanpa penyelidikan lebih lanjut, Bingham menamakan situs itu Eromboni Pampa.
Setelah penyelidikan lebih lanjut pada 1964 di situs tersebut, seorang penjelajah asal AS, Gene Savoy mengidentifikasi Eromboni Pampa sebagai Vilcabamba Viejo. Vilcambamba Viejo merupakan kota yang digunakan suku Inca ketika melarikan diri dari kejaran Spanyol usai meninggalkan Vitcos.
Sayangnya pada saat ekspedisi Bingham, ia menyangka Machu Picchu merupakan Vilcabamba Viejo. Ia tidak menyadari Vilcabamba Viejo dibangun kasar karena proses konstruksi yang terburu-buru sedangkan Machu Picchu dibangun dengan keahlian tingkat tinggi.
Barulah pada ekspedisi lanjutan pada 1912, Bingham bisa menyelidiki Machu Picchu lebih dalam. Selama empat bulan dengan bantuan warga setempat, Bingham dan timnya berusaha membersihkan situs bersejarah itu.
Selesai membersihkan, Bingham memulai penggalian yang terus berlanjut hingga 1915. Bingham dan timnya baru menyadari kemegahan serta pahatan batu yang baik dari Machu Picchu. Fokus utama Bingham pada saat itu adalah untuk menyelidiki sebenarnya apa itu Machu Picchu.
Setelah penyelidikan lebih lanjut barulah Bingham menyadari teorinya selama ini mengenai situs peninggalan suku Inca itu salah. Dari sana mulailah Machu Picchu mendunia.