KISAH: Harriet, Kura-Kura Tertua di Dunia Berusia 175 Tahun Koleksi Charles Darwin

Silviana Dharma, Jurnalis
Minggu 26 Maret 2017 08:01 WIB
Steve dan Terie Irwin berpose dengan Harriet di Kebun Binatang Australia. (Foto: AP)
Share :

HARRIET adalah kura-kura tertua di dunia. Ia meninggal pada 2006 di kebun binatang Australia dalam usia 175 tahun. Diyakini, Harriet awalnya merupakan koleksi dari ilmuwan pencetus teori evolusi terkenal, Charles Darwin.

Melansir The Vintage News, Minggu (26/3/2017), Harriet diperkirakan lahir pada 1830. Ia berasal dari kawanan kura-kura yang endemik di Pulau Santa Cruz.

Ia kemudian diterbangkan ke Inggris. Tempat Darwin memelihara betina itu sejak masih belia, ukurannya waktu itu tidak lebih besar dari sebuah piring makan. Dan bersama Darwin, Harriet harus berjuang bertahan hidup di tengah dinginnya cuaca Negeri Ratu Elizabeth.

Kebenaran kabar ini diterka dari catatan Darwin tentang kura-kura di Galapagos. Pengamatan yang pada kemudian hari melahirkan teori evolusi yang amat kontroversial itu. Namun begitu, seperti halnya teori evolusi, perihal Harriet benar pernah jadi peliharaannya pun meninggalkan misteri.

Illustrasi: The Guardian.

Catatan lain milik Robert FitzRoy, Kapten Kapal Beagle yang ditumpangi Darwin, membenarkan pelayaran ke Galapagos. FitzRoy juga menulis tentang kura-kura. Tetapi katanya, kura-kura itu menjadi santapan selama pelayaran balik ke Inggris dan mereka bertahan hidup berkat daging hewan bercangkang tersebut.

Meski begitu, ada juga catatan tentang pengamatannya terhadap pertumbuhan sepasang kura-kura kecil. Sekira tiga bulan Kapten FritzRoy mengikuti perkembangan mereka. Itu berarti memang ada banyak kura-kura yang dibawa, tidak semua dimakan, ada juga yang diambil sebagai peliharaan.

Dari jurnal Darwin, kita juga tahu kalau asistennya, Syms Covington, memelihara seekor kura-kura. Darwin juga punya seekor kura-kura yang diambilnya dari Pulau James di Santiago. Sampai sini, bisa disimpulkan kalau memang benar Darwin pernah punya seekor kura-kura dari Galapagos yang dibawanya kembali ke Inggris untuk dipelihara. Namun tidak jelas, apakah itu benar Harriet atau bukan.

Singkat cerita, Harriet kemudian menjadi peliharaan Brisbane Botanical Gardens. Ia hidup selama 100 tahun di kebun botani tersebut. Sebelum pindah ke Fleay’s Fauna Sanctuary di Gold Coast. Pemilik penangkaran tersebut membuat Harriet jadi terkenal setelah mengulasnya dalam sebuah buku. Harriet menghabiskan dua dekade terakhirnya di kebun binatang Australia dalam penjagaan keluarga Steve Irwins.

Pada masa awal kedatangannya, orang-orang mengira ia pejantan. Jadi semua petugas memanggilnya Harry. Jenis kelamin Harriet yang sebenarnya baru terungkap ketika seorang pengunjung dari kebun binatang Honolulu, Hawaii datang. Dia memastikan kalau Harriet sebenarnya seekor betina.

Dok. Australian Zoo

Terlepas dari segala polemik tentang asal usulnya, Harriet dikenang sebagai kura-kura yang ceria. Kandangnya dibuat senyaman mungkin, bahkan terkesan mewah. Dilengkapi sebuah gua khusus, kubangan lumpur dan pencahayaan yang baik.

Lucunya, Harriet sangat menyukai bunga kembang sepatu. Sepanjang hidupnya, Harriet dikenal sebagai kura-kura yang bertabiat tenang dan penuh kasih sayang. Pengurusnya merasa, betina itu jauh lebih suka dengan manusia daripada sesamanya.

Harriet. (Foto: Wikipedia)

Mengenai umurnya, sebenarnya tidak ada yang mengetahui persis. Tetapi diperkirakan dari ukuran cangkangnya, dia berusia 175 tahun. Pengujian DNA juga membuktikan kalau Harriet setidaknya satu generasi lebih tua dari seluruh kura-kura di Australia. Jadi ya, dia benar-benar sesepuh di kalangannya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya