Warga terus mencari serta menggali di bawah reruntuhan tempat tinggal mereka dengan harapan dapat menemukan kerabat atau menyelamatkan harta benda yang tersisa. Beberapa warga juga memadati rumah sakit untuk mencari anggota keluarganya yang tidak berada dalam daftar korban tewas atau luka-luka.
Musibah tanah longsor tersebut terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan Sungai Mocoa dan tiga anak sungainya meluap. Air yang kemudian bercampur dengan lumpur menerjang rumah-rumah warga. Para penduduk tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelamatkan diri.
Juan Manuel Santos menuding perubahan iklim sebagai penyebab longsor. Sebab, curah hujan dalam semalam saat itu hampir mencapai setengah jumlah total curah hujan Mocoa dalam keadaan normal di sepanjang Maret. Otoritas Nasional Kolombia harus meningkatkan upaya pencegahan terhadap tragedi serupa karena sebentar lagi puncak musim hujan.
Musibah tanah longsor tersebut tampaknya akan diingat sebagai salah satu bencana alam paling buruk sepanjang sejarah Kolombia. Negara yang terletak di Pegunungan Andes itu memang dikenal rawan terkena bencana alam.
Hingga saat ini, bencana alam paling parah adalah ketika 25 ribu orang meninggal dunia akibat letusan Gunung Berapi Nevado del Ruiz pada 1985. Letusan gunung memicu banjir lumpur yang mengubur Kota Armero.
(Wikanto Arungbudoyo)