Sejumlah sungai meluap di barat daya Kota Mocoa, Kolombia, menyebabkan banjir dan tanah longsor yang menyapu seluruh wilayah kota. Ribuan orang yang sedang terlelap tak mampu menyelamatkan diri.
Para sukarelawan dan anggota tim SAR menemukan 82 mayat di hilir Kota Villagarzon. "Kami harus mengeluarkan mereka sendiri. Kami meyakini, masih banyak jenazah tertimbun reruntuhan," ujar Walikota Villagarzon, Jhon Ever Calderon. Ia menyebut, kotanya tidak memiliki cadangan peti mati atau tempat penyimpanan jenazah.
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengunjungi lokasi musibah untuk kedua kalinya pada Minggu 2 April. Ia berjanji segera memfungsikan kembali fasilitas air bersih dan listrik.
Santos menuding perubahan iklim sebagai penyebab tanah longsor di Kolombia. Sebab, curah hujan dalam semalam saat itu hampir mencapai setengah jumlah total curah hujan Mocoa dalam keadaan normal di sepanjang Maret. Otoritas Nasional Kolombia harus meningkatkan upaya pencegahan terhadap tragedi serupa karena sebentar lagi puncak musim hujan.
Skala musibah longsor di Kolombia kali ini amat besar bila dibandingkan dengan beberapa tragedi sebelumnya. Pada 2015, musibah longsor di Kolombia menewaskan hampir 100 orang. Sedangkan pada 1985, tanah longsor di Kolombia merenggut nyawa lebih dari 20 ribu orang.
(Rifa Nadia Nurfuadah)