Longsor Kolombia, "Jika Mereka Tewas, Kirimkan Kepada Saya Ya Tuhan"

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Senin 03 April 2017 11:00 WIB
Warga Kota Mocoa, Kolombia, berjalan di antara pepohonan yang hanyut terbawa longsor. (Foto: Jaime Saldarriaga/Reuters)
Share :

MOCOA - Maria Lilia Tisoy (37) tak bisa berhenti menangis. Ia terjaga sepanjang malam, mengais-ngais reruntuhan dan puing-puing bangunan yang tertimbun longsor di Mocoa, Kolombia.

Harapan Maria hanya satu, segera menemukan dua anak perempuannya, yang salah satunya sedang hamil, dan seorang cucu perempuan berusia empat tahun.

"Saya perlu tahu di mana mereka. Apakah mereka terluka atau di mana kami bisa menemukan mereka. Jika mereka meninggal dunia, saya mohon kepada Tuhan agar mengirimkan mereka kepada saya," ujar Maria, seperti dinukil dari Reuters, Senin (3/4/2017).

Tak hanya Maria, banyak keluarga di Mocoa menghabiskan hari dan malam mereka untuk mencari sanak famili yang masih hilang dilumat tanah longsor di Kolombia sejak Sabtu 1 April. Semua dilakukan tanpa penerangan yang memadai.

Tim penyelamat berhasil mempertemukan 10 anak-anak dengan orangtua mereka. Namun, tragedi ini merenggut nyawa 254 orang, sedangkan 400 orang lainnya terluka. Tak hanya itu, lebih dari 500 orang terpaksa tinggal di pusat pengungsian.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya