"Kalau stategi tidak boleh dibuka, nanti ketahuan," sambungnya.
Kendati, Jazuli menegaskan strategi khusus yang masih dirahasiakan itu akan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, juga tidak akan merusak tatanan demokrasi di Indonesia khsusunya Jakarta.
"Kita ingin demokrasi terhormat bukan dengan cara kecurangan. Sehingga melahirkan pemimpin yang sesungguhnya bukan pemimpin yang akal-akalan," tutup dia. (sym)
(Awaludin)