PONOROGO - Ancaman bencana alam masih mengintai warga Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tak hanya longsor susulan, potensi adanya bencana lain juga masih tinggi di lokasi itu.
Salah satunya yakni ancaman bencana banjir bandang. Sebab, hujan dengan intensitas tinggi masih terus mengguyur wilayah tersebut. Sehingga potensi adanya banjir bandang karena masih banyaknya material longsor sangat mungkin terjadi.
"Seperti diketahui bersama, penumpukan material berada di sektor C. Jika hujan terus tentu akan membuat material turun dan menyebabkan banjir bandang," kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Sumani, Kamis, (06/4/2017).
Menurutnya, jika itu terjadi akan lebih banyak rumah penduduk yang terkena imbasnya. Terlebih tumpukan material longsor di sektor A, B, dan C masih cukup banyak. Kendati sedikit demi sedikit sudah mulai terurai akibat penyemprotan yang dilakukan Tim SAR.
"Ada sekitar 200 rumah yang terancam jika terjadi banjir bandang. Dan pasti akan lebih banyak korban nantinya. Apalagi cuaca disini hampir setiap hari diguyur hujan," terangnya.
Maka itu, lanjut Sumani, sejak hari ini terjadi penambahan sektor. Tim SAR memutuskan untuk membuka sektor D. Sektor tersebut dimaksudkan untuk membedah tumpukan timbunan tanah yang sempat tersendat di sektor C.
"Benar, kita tambah satu lagi, yakni sektor D. Sektor D ini bukan untuk mencari keberadaan korban, tapi lebih untuk membuka jalur pembuangan material longsor sehingga tidak terjadi banjir bandang," tandasnya.
(Mufrod)