PM Malaysia Sebut Bom Gereja Mesir Merupakan Serangan Pengecut

Emirald Julio, Jurnalis
Senin 10 April 2017 12:06 WIB
Keadaan di gereja yang berlokasi di Kota Tanta usai diguncang serangan bom (Foto: Reuters)
Share :

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengutuk keras serangan bom di Mesir yang terjadi pada Minggu 9 April 2017. Serangan bom di dua gereja yang berlokasi di Kota Tanta dan Alexandria itu menyebabkan setidaknya 45 orang kehilangan nyawanya.

“Saya jijik dengan serangan pengecut di gereja-gereja di Tanta dan Alexandria. Pada masa berkabung ini, belasungkawa dan doa kami bersama dengan keluarga yang kehilangan serta orang-orang Mesir,” tutur sang PM Malaysia, sebagaimana dikutip dari The Star, Senin (10/4/2017).

PM Najib juga menyampatkan serangan itu merupakan pengingat mengenai ancaman kekerasan yang dimunculkan dari ekstremisme. “Kita harus tidak pernah menyerah dan setiap kekejaman harus memperdalam tekad kita,” tambahnya.

Selain Najib, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyampaikan belasungkawanya atas serangan bom tersebut. Namun Trump mengatakan, ia percaya sepenuhnya dengan Presiden Mesir Abdul Fattah el Sisi yang dapat menangani situasi dalam negerinya dengan baik. Presiden Sisi sendiri menetapkan masa darurat selama tiga bulan.

Serangan bom itu sangat menuai duka umat Kristen Koptik di Mesir. Pasalnya serangan yang menewaskan 45 orang terjadi ketika para umat Kristiani sedang memperingati Minggu Palma.

(Emirald Julio)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya