"Tentunya kita memberikan apresiasi terhadap hal tersebut. Presiden memantau, memonitor negara-negara mana saja yang sudah memberikan dukungan terhadap keinginan Indonesia," tandasnya.
Seperti diketahui, Indonesia berencana mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020, yang proses pemilihannya akan dilaksanakan di New York pada Juni 2018. Indonesia akan bersaing dengan Maladewa untuk memperebutkan satu kursi yang tersedia bagi kelompok Asia Pasifik.
Indonesia mencatat telah memperoleh komitmen dukungan dari 95 negara dan di antaranya dari 22 dukungan unilateral, 19 dukungan lisan, dan 54 dukungan melalui pengaturan saling dukung. Pemerintah Indonesia sedikitnya memerlukan 129 dukungan agar terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB. Pencalonan tersebut dinilai strategis dalam pelaksanaan politik luar negeri di bidang keamanan dan perdamaian dunia.
(Rifa Nadia Nurfuadah)