KISAH: Tragis! Nyawa 20 Warga Inggris Melayang karena Permen Bercampur Arsenik

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Rabu 19 April 2017 08:11 WIB
Ilustrasi: tes.com
Share :

Lonceng darurat pun berdentang di Distrik Bradford pada Minggu tengah malam. Warga Bradford terbangun demi mendapati pengumuman menakutkan: ada permen berbahaya di sekitar mereka. Senin pagi, seluruh distrik pun mengetahui bahwa permen yang biasa mereka konsumsi telah teracuni.

Pagi itu juga, William Goddard, asisten tukang obat yang menjual arsenik, menghadapi para hakim di pengadilan. Dr. John Bell dan Felix Rimmington, seorang ahli kimia dan analis kimia, mengidentifikasi adanya arsenik dalam permen tersebut. Mereka memperkirakan, setiap butir permen mengandung 14-15 grain arsenik. Nyatanya, 4,5 grain arsenik dianggap sebagai dosis mematikan.

Saat tragedi itu menyeruak, Hardaker telah menjual cukup permen untuk membunuh setidaknya 2.000 orang. Tercatat 20 orang meninggal dan 200 lainnya sakit akibat permen peppermint tersebut.

Hingga akhir masa persidangan, Charles Hodgson, Joseph Neal, dan William Goddard didakwa atas pembunuhan tidak berencana akibat keteledoran. Bagaimanapun, Neal dan Goddard dibebaskan dari semua tuduhan. Demikian juga Hodgson. Dengan begitu, kasus permen peppermint beracun itu pun dikenal sebagai serangkaian kesalahan tragis.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya