KISAH: Tragis! Nyawa 20 Warga Inggris Melayang karena Permen Bercampur Arsenik

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Rabu 19 April 2017 08:11 WIB
Ilustrasi: tes.com
Share :

TAK pernah terlintas di pikiran William Hardaker bahwa permen yang dijual di tokonya bisa menimbulkan kematian massal. Bahkan hingga mencabut nyawa 20 orang sekaligus, dan membuat 200 orang lainnya sakit. Namun insiden tragis pada 1858 ini sebenarnya merupakan rangkaian kesalahan demi kesalahan berakibat fatal.

Semua bermula pada Minggu pagi, 30 Oktober 1858. Kala itu, dua anak laki-laki meninggal dunia. Mereka baru berusia 9 dan 11 tahun. Masih amat belia.

Kematian keduanya dilaporkan ke kantor polisi Borough, Bradford, Inggris. Kolera langsung dituding menjadi penyebabnya meski tidak ada bukti yang mendukung dugaan tersebut.

Semakin siang, makin banyak laporan kematian. Begitu juga laporan bahwa banyak orang sakit parah dengan tiba-tiba di distrik setempat. Nampaknya, satu wabah sedang menyerang.

Tidak menunggu lama, polisi langsung melancarkan penyelidikan. Petunjuk awal mengarahkan mereka bahwa permen peppermint di berbagai rumah tempat para warga ditemukan sakit mengandung racun arsenik.

Permen peppermint itu dijual oleh William Hardaker, yang dikenal dengan nama panggilan "Humbug Billy". Ia memiliki kios di Greenmarket di Bradford, Inggris.

Polisi lalu mengikuti petunjuk ke Hardaker. Alih-alih memborgolnya karena dianggap bertanggung jawab atas 'wabah' tersebut, polisi justru menemukannya terbaring lemah karena sakit usai memakan permennya sendiri.

Seperti disitat dari Vintage News, Rabu (19/4/2017), Hardaker mengaku, permen tersebut didapatkannya dari Joseph Neal, pemasok untuk semua barang dagangannya. Neal adalah pembuat dan pemasok permen. Bengkel kerja milik Neal berjarak hanya 100 yard dari kawasan pertokoan Greenmarket tempat Hardaker berjualan.

Pada 1858, harga gula amat mahal. Dan Neal punya kebiasaan mengganti sebagian porsi gula yang dibutuhkan untuk membuat permen dengan material lain yang disebut 'daft'. Bahan pengganti ini nyatanya adalah bubuk gipsum. Harganya hanya 0,5 pence per satu pound (sekira 0,4 kg). Sedangkan harga gula kala itu mencapai 6,5 pence per pound.

Di rumah Neal, polisi menemukan bahwa ia membuat permen dengan mencampurkan daft untuk mengurangi jumlah gula yang ia butuhkan. Neal menjelaskan, ia mencampur 12 pound daft dengan 400 pound gula untuk menekan ongkos produksi permen,

Petunjuk dari Neal mengarahkan polisi ke Charles Hodgson, tukang obat yang menyuplai daft kepada Neal. Di sinilah polisi menemukan kesalahan fatal penyebab wabah permen peppermint tersebut.

Seorang asisten Hodgson menjelaskan, ia mengambil 12 pound daft untuk Neal dari sebuah tong tidak bertanda. Penjelasan si asisten sontak membuat Hodgson ketakutan. Ia segera memberi tahu polisi bahwa isi tong tersebut bukanlah daft, tetapi arsenik.

Sementara itu, Neal tidak membuat permen seorang diri. Ia mempekerjakan pembuat permen berpengalaman bernama James Appleton.

Appleton menggunakan bubuk arsenik tersebut dan tidak menyadari perbedaan wujud permen yang ia buat hari itu. Setelah membuat permen, Appleton jatuh sakit hingga beberapa hari. Tidak ada yang menghubungkan sakitnya Appleton ini dengan permen yang ia buat. Sehingga, kesalahan dalam bahan baku pembuatnya pun terus tidak disadari semua orang.

Sebagai seorang pengusaha, Hardaker, yang melihat penampilan permen tersebut berbeda dari biasanya, pun menawar harga lebih murah. Ia membeli 40 pound permen dari Neal.

Sabtu malamnya, Hardaker menjual 5 pound permen kepada pelanggannya. Berat satu butir permen sekira satu ounce, jadi dalam 5 pound terdapat 10-12 butir permen. Itu sebabnya banyak anggota satu keluarga jatuh sakit bersamaan.

Lonceng darurat pun berdentang di Distrik Bradford pada Minggu tengah malam. Warga Bradford terbangun demi mendapati pengumuman menakutkan: ada permen berbahaya di sekitar mereka. Senin pagi, seluruh distrik pun mengetahui bahwa permen yang biasa mereka konsumsi telah teracuni.

Pagi itu juga, William Goddard, asisten tukang obat yang menjual arsenik, menghadapi para hakim di pengadilan. Dr. John Bell dan Felix Rimmington, seorang ahli kimia dan analis kimia, mengidentifikasi adanya arsenik dalam permen tersebut. Mereka memperkirakan, setiap butir permen mengandung 14-15 grain arsenik. Nyatanya, 4,5 grain arsenik dianggap sebagai dosis mematikan.

Saat tragedi itu menyeruak, Hardaker telah menjual cukup permen untuk membunuh setidaknya 2.000 orang. Tercatat 20 orang meninggal dan 200 lainnya sakit akibat permen peppermint tersebut.

Hingga akhir masa persidangan, Charles Hodgson, Joseph Neal, dan William Goddard didakwa atas pembunuhan tidak berencana akibat keteledoran. Bagaimanapun, Neal dan Goddard dibebaskan dari semua tuduhan. Demikian juga Hodgson. Dengan begitu, kasus permen peppermint beracun itu pun dikenal sebagai serangkaian kesalahan tragis.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya