Mawar Merah untuk Polwan Menjelang Hari Kartini

Zen Arivin, Jurnalis
Kamis 20 April 2017 22:00 WIB
Siswi di Mojokerto memberikan bunga untuk Polwan. (Zen A/Okezone)
Share :

MOJOKERTO - Potret Kartini, masih menjadi sosok panutan bagi anak-anak masa kini. Di era serba modern, ternyata sifat dan idependensinya masih menjadi rujukan bagi para siswa untuk dijadikan teladan.

Tak heran, menyongsong peringatan lahirnya pemerakarsa emasipasi perempuan itu, berbagai kegiatan dilakukan. Itu semua tak lain untuk menghormati perjuangan perempuan bergelar Raden Ayu (RA) ini.

Seperti yang dilakukan siswa Madrasah Ibtida'iyah Nurul Huda Kota Mojokerto. Hari ini, mereka terlihat begitu berbeda. Tak seperti biasanya, ratusan siswa ini tak mengenakan seragam sekolah. Mereka justru memakai kebaya dan sanggul di kepala.

Ada yang mengenakan motif adat Bali. Ada juga yang dari berdandan laiknya kaum perempuan suku Minang. Para siswa ini berdandan mirip kaum perempuan di era sebelum kemerdekaan.

Kendati ribet dengan dandannya, namun mereka tampak begitu ceria. Di tengah teriknya mentari, para siswa itu tampak begitu antusias menyerahkan bunga-bunga di genggaman tangan kepada para perempuan berseragam cokelat itu.

"Ini untuk mbak-mbak Polwan. Terimakasih karena selalu membantu kami untuk belajar," ungkap Zahwa Aulia Sahrani disambut ucapak terimakasih dari sang Polwan, Kamis (20/4/2017).

Aksi bagi-bagi bunga yang dilakukan siswa kepada para polwan ini bukan tanpa alasan. Ternyata, hal itu dilakukan sebagai ungkapan terimakasih. Setiap pagi, para polwan cantik ini yang selalu membantu mereka menyebrang jalan saat hendak masuk sekolah.

"Maka itu, menyongsong hari Kartini ini, kami mengajak mereka untuk mengucapkan rasa terimakasih kepada para polwan ini. Sekaligus memberikan edukasi kepada para siswa," terang Anik Rodliani, Kepala Sekolah MI Nurul Huda.

Selain itu, dalam perayaan hari Kartini ini, pihaknya sengaja mengajak para siswa untuk meneladani sifat-sifat RA Kartini. Yakni dengan menghargai sesama manusia tanpa memandang gender.

"Ini juga untuk menyampaikan kepada siswa bahwa setiap orang memiliki hak yang sama. Baik itu laki-laki maupun perempuan. Semua bisa menjadi apa yang diinginkan, jika rajin dan tekun berusaha," tandasnya. (sym)

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya