JAKARTA - Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Wina Armada Sukardi meminta Dewan Pers secepat mungkin lakukan verifikasi perusahaan pers. Menurutnya, sekarang ini predikat tersebut sangat penting karena berita hoax sudah merajalela.
Wina tak ingin lagi melihat generasi muda terhasut pemberitaan yang ditulis atau disebarluaskan oleh media abal-abal. Ia ingat betul salah satu kasus yang menghebohkan pemilihan presiden 2014 lalu.
Ketika sebuah media bodong bernama Obor Rakyat mempropagandakan kampanye hitam tentang Presiden Joko Widodo. Jokowi dikatakan keturunan China, beragama Kristen dan sebagainya. Semua informasi yang tak bisa dibuktikan kebenarannya.
"Dewan Pers harus secepat mungkin verifikasi lembaga pers, tunjukkan mana yang benar, mana yang bukan. Jangan sampai ada Obor Rakyat lagi," ujarnya dalam diskusi World Press Freedom Day yang digelar PWI Pusat dengan tema 'Memerangi Hoax, Memperkuat Media Siber Nasional di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2017).
Mantan anggota Dewan Pers dua periode itu berkeyakinan, tidak ada pers yang menyebarkan berita hoax. Pers itu di seluruh dunia diakui sebagai institusi yang kredibel dan jurnalis merupakan profesi paling bermartabat.
"Jadi, jurnalis juga harus tahu aturan. Kalau Anda melanggar, maka ada sanksinya. Bahkan, bisa dilarang menjadi wartawan lagi, tergantung kesalahannya," katanya.
Setelah ada verifikasi dari Dewan Pers, pengajar Hukum Komunikasi di Universitas Tarumanagara tersebut menyarankan pula agar ada sosialisasi kepada publik tentang perusahaan media mana saja yang layak dipercaya beritanya.