Selain itu, ia mengusulkan agar segera didirikan lembaga yang independen sebagai pusat informasi antihoax. Dalam hal ini, ia mengapresiasi langkah yang diambil rekannya sesama mantan anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo. Sebab, pekan lalu Agus baru saja mendirikan Jaringan Wartawan Antihoax (Jawarah).
"Usul lain, saya minta ada pusat informasi antihoax. Mereka haruslah lembaga yang independen karena kalau pemerintah yang sediakan, nanti dikira hanya jadi corong sepihak pemerintah," terangnya.
Di sisi lain, Wina berpesan agar para wartawan juga meningkatkan pemahamannya soal berita hoax. Pasalnya, tanpa mengerti lebih dulu soal berita palsu, mustahil jurnalis bisa memeranginya.
Bagaimana pun, jurnalis adalah garda terdepan penyebaran informasi. Sebab, pewarta bukan cuma bisa jadi korban dari beredarnya berita hoax. Kalau tidak paham isu dan Kode Etik Jurnalistik, maka para wartawan juga bisa menjadi pelaku yang lebih dahsyat dari citizen reporter (warga sipil pewarta) di media sosial.
(Arief Setyadi )