Ia menegaskan jangan menuding orang bersalah serta mengafirkan seseorang atau sekelompok orang penganut faham tertentu dalam beragama dan dalam kehidupan sosial.
Saat ini, kata dia, sekelompok orang penganut faham tertentu cenderung menyalahkan dan mengafirkan penganut faham lain hanya karena berbeda pendapat pada hal-hal yang tidak prinsip dalam Islam.
"Misalkan ada yang pakai celana di atas mata kaki dan di bawah mata kaki. Mestinya hal-hal seperti itu tidak diperdebatkan, karena tidak prinsip dalam beragama atau dalam Islam," ujarnya.
Dia mengatakan, bahwa Islam seagai agama rahmatan lil alaamiin lebih menekankan pada akhlak atau sopan dan santun. Akan tetapi, masalah pakaian tidak menjadi indikator seseorang benar atau salah, atau pula seseorang masuk surga atau tidak masuk surga.
"Oleh karena itu jangan memaksakan pendapat kita untuk diikuti oleh orang lain. Silakan jalankan pendapatmu, tetapi jangan mengafirkan orang yang tidak sependapat dengan pendapat yang kalian anut," sebutnya.
(Salman Mardira)