NAMA Nelson Rolihlala Mandela mendunia ketika dijebloskan ke penjara karena memperjuangkan penghapusan politik pembedaan warna kulit atau apartheid di Afrika Selatan (Afsel). Dalam proses perjuangan, ia sempat mendekam di balik jeruji besi sebagai tahanan politik selama 27 tahun.
Pria kelahiran 1918 itu adalah anak dari kepala suku Tembu. Alih-alih meneruskan jabatan ayahnya, Mandela memilih masuk universitas dan menjadi seorang pengacara. Nelson Mandela muda kemudian bergabung dengan organisasi politik Kongres Nasional Afrika (ANC) pada 1944.
ANC merupakan wadah bagi warga kulit hitam Afsel yang berupaya meraih hak-hak mereka. Hal yang ironis mengingat warga kulit hitam adalah mayoritas, tetapi Afsel terlalu didominasi oleh kulit putih. Perjuangan semakin berat ketika Partai Nasional yang berpaham rasis menguasai negara pada 1948.
Kebijakan pemisahan warga berdasarkan warna kulit (apartheid) sebagai bentuk supremasi kulit putih menjadi kebijakan resmi pemerintah. Dengan semakin banyaknya warga kulit hitam yang kehilangan haknya, ANC bertumbuh dengan cepat sebagai basis perjuangan.
Nelson Mandela menjadi salah satu pada pemimpin ANC dan pada 1952 diangkat sebagai Wakil Presiden Nasional ANC. Ia mengatur aksi tanpa kekerasan, boikot, pawai massal, dan ketidakpatuhan secara sipil lainnya.
Usai pembantaian massal terhadap demonstrasi damai kulit hitam di Sharpeville pada 1960, Nelson Mandela membantu mendirikan cabang paramiliter dari ANC untuk merancang sabotase terhadap pemerintah yang didominasi kulit putih. Ia ditangkap dan diadili dengan dakwaan pengkhianatan terhadap negara pada 1961.
Namun, Mandela kembali ditangkap pada 1962 karena berupaya meninggalkan negara secara ilegal. Ia terbukti bersalah dan dihukum lima tahun penjara di Penjara Pulau Robben. Mandela kembali disidang pada 1963 bersama tujuh orang lain dengan tuduhan sabotase, pengkhianatan, dan konspirasi. Pada 12 Juni 1964, Mandela dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Mandela menghabiskan 18 dari 27 tahun masa hukumannya di penjara yang sangat brutal. Ia dikurung di sel yang kecil tanpa tempat tidur dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCS) yang memadai serta dipaksa bekerja keras di sebuah tambang.
Ia hanya dapat menerima dan menulis surat satu kali setiap enam bulan serta diperbolehkan menerima kunjungan sekali setahun selama 30 menit. Namun, penjara sekali pun tidak dapat mematahkan semangat perjuangannya.
Nelson Mandela memimpin gerakan sipil di penjara hingga akhirnya pemerintah Afsel meningkatkan fasilitas di Penjara Pulau Robben secara drastis. Ia kemudian dipindahkan ke Penjara Pollsmoor pada 1984 lalu ke sebuah cottage pada 1988 di mana dirinya ditetapkan sebagai tahanan rumah.
Nasibnya berubah ketika Frederik Willem de Klerk diangkat sebagai presiden pada 1989. De Klerk mencabut larangan terhadap ANC, menangguhkan eksekusi hukuman, dan pada 11 Februari 1990 memerintahkan pembebasan Nelson Mandela.
Kesempatan itu tidak disia-siakan. Nelson Mandela memimpin ANC untuk bernegosiasi dengan pemerintah untuk mengakhiri politik apartheid dan mendirikan pemerintahan yang multiras. Kedua tokoh itu lantas diganjar hadiah Nobel Perdamaian pada 1993 sebagai pemenang bersama.
Afsel mengadakan pemilihan umum pertama yang bebas pada 26 April 1994. Tentu saja Nelson Mandela dan Partai ANC memenangkan pemilihan tersebut. Ia membangun koalisi ‘kesatuan nasional’ dengan Partai Nasional pimpin De Klerk dan Partai Kebebasan Inkatha dari suku Zulu. Pelantikan Nelson Mandela pada 10 Mei 1994 dihadiri oleh sejumlah tokoh internasional yang ingin menyaksikan sejarah besar, Presiden Afsel pertama dari kalangan kulit hitam.
Sebagai presiden, Mandela membentuk Komisi Fakta dan Rekonsiliasi untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di bawah politik apartheid. Ia juga memperkenalkan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan standar hidup warga kulit hitam Afrika Selatan. Mandela kemudian mengesahkan amandemen konstitusi Afrika Selatan yang baru pada 1996.
Nelson Mandela pensiun dari dunia politik pada Juni 1999 di usia 80 tahun. Posisinya digantikan oleh Presiden Thabo Mbeki yang juga berasal dari ANC. Kendati demikian, ia tetap menjadi pejuang perdamaian dan keadilan sosial hingga maut menjemputnya pada Desember 2013.
(Rifa Nadia Nurfuadah)