SEJAK dahulu, binatang telah mengabdi berdampingan dengan manusia dalam ketentaraan. Seperti tentara manusia, banyak hewan menempatkan diri mereka dalam risiko besar, dan gugur dalam kesatuan.
Sepanjang sejarah, banyak kisah binatang yang menjadi pahlawan perang. Para hewan terlatih ini memainkan peran dan membuktikan diri dapat diandalkan sama halnya dengan para tentara. Salah satu cerita itu adalah tentang burung merpatibernama Cher Ami.
Lebih dari 200 ribu burung merpati didaftarkan pada ketentaraan Amerika Serikat (AS) selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Mereka mengantarkan banyak pesan penting. Dan dengan melakukan hal tersebut, para burung merpati itu menyelamatkan nyawa ribuan tentara di Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
Cher Ami, misalnya, menjadi pahlawan bagi sekira 200 tentara AS yang terkepung di belakang garis musuh di Prancis pada 1918. Demikian dilansir Vintage News, Sabtu (20/5/2017).
Kala itu, pertempuran sengit berlangsung di Argonne. Bahkan, sejarah mencatat, ini adalah salah satu pertempuran besar dalam Perang Dunia I yang membuat 500 tentara Amerika terdampar di zona musuh. Mereka tidak memiliki makanan dan amunisi serta kalah telak dalam kepungan tentara Jerman. Keadaan mereka diperburuk saat para tentara Amerika ini terekspos dalam baku tembak karena tentara sekutu mengira mereka adalah musuh.
Dimulai pada 3 Oktober 1918 hingga keesokan harinya, lebih dari 300 tentara Amerika terbunuh. Tinggal 194 tentara tersisa, dan mereka pun sudah tidak memiliki harapan hidup lagi. Satu harapan terakhir mereka adalah mengirimkan pesan melalui salah satu dari tiga burung merpati yang mereka miliki.
Dua burung merpati pertama ditembak jatuh oleh musuh. Tinggallah Cher Ami. Di tengah keputusasaan, para tentara ini tidak memiliki pilihan lain kecuali menuliskan catatan terakhir mereka: