"Kami berada di jalan yang paralel dengan 276.4. Unit artileri kami sendiri menargetkan serangan mereka langsung ke kami. Demi Tuhan, hentikan serangan itu."
Cher Ami lepas landas. Dan saat terbang melintasi medan pertempuran, ia ditembak jatuh oleh tentara Jerman. Tetapi, entah bagaimana Cher Ami mampu terbang lagi. Dalam keadaan terluka, ia terbang 25 mil untuk menyelesaikan misinya dan menyelamatkan hampir 200 tentara tersebut.
Cher Ami tiba di markas burung merpati hanya dalam 25 menit. Tubuhnya diselimuti darah, sebutir peluru bersarang di dadanya, satu matanya buta dan ia berjalan hanya dengan satu kaki. Meski dalam keadaan cidera parah, ia menjadi pahlawan bagi batalion yang hilang. Akhirnya, pada 7 Oktober, ke-194 tentara tersebut diselamatkan.
Tenaga medis berhasil menyelamatkan nyawa Cher Ami. Bahkan, mereka membuatkan kaki kayu untuk mengganti kaki sang unggas yang diledakkan peluru musuh. Ia menjadi pahlawan perang dan mengisi kolom headline di berbagai surat kabar Amerika.
Pemerintah Prancis menganugerahkan medali Croix de guerre atau Cross of War untuk keberanian Cher Ami. Namun hidupnya tidak bertahan lama. Luka-luka yang diderita Cher Ami membuatnya menghembuskan napas terakhir setahun kemudian.
(Rifa Nadia Nurfuadah)