Penutupan Sekolah Gulen Diduga Terkait Deal Wapres Afghanistan dan Pemerintah Turki

Silviana Dharma, Jurnalis
Rabu 31 Mei 2017 17:02 WIB
Pelajar di sekolah berafiliasi Gulen di Kabul. (Foto: Sune Engel Rasmussen/The Guardian)
Share :

Juru bicara Kementerian Pendidikan Afghanistan, Mujib Mehrdad, membenarkan adanya usulan memorandum tersebut. Akan tetapi, dia membantah adanya rekomendasi yang berhubungan dengan Dostum.

“Kami berharap Presiden Afghanistan Ashraf Gani tidak akan mengindahkan usulan yang melanggar hukum. Kami tidak melakukan kesalahan apa pun yang layak untuk diganjar dengan penutupan sekolah,” ungkap Wakil Ketua ATCE, Ahmad Fawad Haydari.

Sekolah-sekolah yang terdaftar dalam program ATCE termasuk unggulan di negaranya. Sekira 98% pelajarnya lolos ujian masuk perguruan tinggi. Sementara 30% dari 8.000 pelajarnya adalah perempuan. Menurut info yang beredar, sekolah-sekolah Gulen itu akan diserahkan ke Maaref, sebuah yayasan yang dikelola pemerintah Turki.

Gulen adalah gerakan yang dipelopori ulama karismatik Turki Fethullah Gulen. Yang bersangkutan kini berada dalam pengasingan di Pennsylvania, Amerika Serikat. Namanya mencuat kembali ketika Presiden Erdogan menuding Gulen sebagai otak di balik kudeta militer di Ankara dan Istanbul setahun lalu. Turki pun meminta Washington mengekstradisi Gulen untuk diadili di negaranya. Usulan itu hingga kini tidak dikabulkan oleh AS.

(Silviana Dharma)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya