Isnawa memperkirakan, jumlah produksi sampah akan mengalami penurunan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Berdasarkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, volume sampah akan menurun mulai H-6 Lebaran, sebab banyak warga Ibu Kota yang mudik ke kampung halaman masing-masing.
Puncak penurunan jumlah sampah biasanya terjadi pada hari Lebaran, hingga 70 persen atau hanya menyisakan 2.000 ton sampah saja per hari.
"Pantauan kami sejak 2 tahun lalu, di Bantargebang yang biasanya sehari sampai 7.000 ton, di titik tertentu pada saat hari lebaran hanya 2.000 per hari," jelas Isnawa.
Penurunan yang siginfikan biasanya berlangsung hingga H+5 Lebaran. Memasuki H+10 lebaran, jumlah sampah di Ibu Kota akan kembali normal seiring dengan warga Jakarta yang kembali dari aktivitas mudik.
"Yang pasti pada saat H-6 trennya sudahh mulai menurun, H+7 (lebaran) mulai naik, H+10 sudah normal lagi. Tapi kita tetap stanby," tutup Isnawa.
(Salman Mardira)