JAKARTA – Arab Saudi mendadak mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar. Langkah itu diikuti oleh Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Mesir, Yaman dan Maladewa. Konflik hubungan internasional ini terjadi karena Doha dianggap mendukung terorisme dan ekstremisme.
Belakangan, Turki pun angkat bicara. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berupaya mengambil jalan dialog dengan para pemimpin negara Muslim dan Barat soal krisis diplomatik ini. Ia mengatakan bahwa semua negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) saat ini secara aktif terlibat dalam masalah Qatar.
Indonesia adalah salah satu negara OKI. Ketika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) ditanyai tanggapannya terkait kasus yang sedang menimpa negara sahabatnya, juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir menyampaikan keprihatinan pemerintah Indonesia.
Pria yang akrab disapa Tata itu meyakinkan jika Indonesia juga mengikuti secara dekat perkembangan situasi di Timur Tengah saat ini. Ia menambahkan, pemerintah berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengendepankan dialog, serta semangat rekonsiliasi dalam menyelesaikan masalah ini.
“Indonesia menekankan kembali semua negara untuk menghormati prinsip hubungan internasional, seperti saling menghormati kedaulatan masing masing negara dan tidak ikut campur urusan dalam negeri negara lain,” tegasnya.
Selain itu, Tata menegaskan, sikap Indonesia di sini adalah mengajak semua pihak untuk menyatukan langkah dalam memerangi terorisme. Lalu berkontribusi dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan dan global.
(Silviana Dharma)