Aksi Terorisme Dianggap Jadi Kado Hitam HUT Bhayangkara 2017

Erie Prasetyo, Jurnalis
Sabtu 01 Juli 2017 12:52 WIB
Masjid Falatehan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, TKP penusukan dua anggota Brimob. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)
Share :

MEDAN - Aksi terorisme yang terjadi di Mapolda Sumut dan di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri disebut jadi kado buruk peringatan HUT Bahayangkara 2017.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane. Dia mengatakan setelah bom Kampung Melayu yg menewaskan 3 polisi, teroris kembali menyerang polisi di Markas Polda Sumut dan di dekat Mabes Polri menjelang Hari Bhayangkara 2017.

"Hari Bhayangkara 2017 ini diwarnai duka yang dalam. Teroris berhasil memberikan kado hitam buat Polri dan menjadikan anggota Polri sebagai bulan-bulanan serta target serangan teror. Sepertinya para teroris hendak membuat perang terbuka dengan Polri," ujar Neta dalam siaran persnya, Sabtu (1/7/2017).

Menurutnya, dengan senjata seadanya para teroris nekat menyerang anggota polisi yang bersenjata lengkap di sekitar markasnya.

"Polri harus mampu membangun dan menegakkan citranya yang profesional hingga jajaran kepolisian disegani semua pihak, terutama kalangan teroris. Kenapa kalangan kepolisian dengan mudah bisa jadi hal ini disebabkan, sejak beberapa tahun lalu polisi terlalu agresif melakukan eksekusi mati terhadap para teroris di lapangan. Hal ini ternyata tidak membuat teroris takut, malah makin super nekat dan menerapkan prinsip "nyawa dibayar nyawa"," tambahnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya