Aksi Terorisme Dianggap Jadi Kado Hitam HUT Bhayangkara 2017

Erie Prasetyo, Jurnalis
Sabtu 01 Juli 2017 12:52 WIB
Masjid Falatehan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, TKP penusukan dua anggota Brimob. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)
Share :

Dari berbagai kasus serangan ini, IPW berharap Polri melakukan evaluasi secara menyeluruh sehingga pada Hari Bhayangkara 2017 ini bisa melakukan konsolidasi agar ke depan jajaran Polri benar-benar bekerja profesional, proporsional, dan independen sehingga Polri disegani semua pihak, terutama kalangan teroris.

"Catatan penting bagi Polri di Hari Bhayangkara 2017 ini adalah jajaran kepolisian harus mengevaluasi, kenapa teroris makin super nekat melakukan perang terbuka terhadap Polri, meski hanya dengan sebilah pisau dapur," ujar Neta.

Dalam konsolidasi dan evaluasi itu, menurutnya, Polri harus menekankan semua jajarannya agar senantiasa bekerja profesional, proporsional dan independen, terutama jajaran yang bersentuhan dengan terorisme, seperti Bimas, Intelijen, Densus 88 dan lainnya.

"Polri juga harus mencari tahu siapa sesungguhnya otak serangan itu. Apakah meluasnya aksi serangan super nekat para teroris ini berkaitan dengan sedang dibahasnya RUU Terorisme di DPR. Penyelesaian kasus-kasus serangan ini harus dilakukan agar Polri bisa fokus menyelesaikan tugas tugasnya dalam melindungi dan menjaga keamanan masyarakat. Jika dibiarkan, berbagai kasus serangan ini akan mereduksi semua prestasi Polri selama ini," pungkas Neta.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya