PADA hari ini tepat 72 tahun yang lalu, Presiden ke-33 Amerika Serikat Harry S Truman menulis di buku harian soal kesan pertamanya terhadap pemimpin Uni Soviet, Joseph Stalin. Suksesor Franklin D Roosevelt tersebut menggambarkan pertemuan mereka terbilang hangat, terlepas dari citra Stalin sebagai pemimpin yang mengintimidasi.
“Beberapa saat sebelum pukul 12.00. Saya mendongak dari meja dan di depan pintu telah berdiri Stalin. Saya pun beranjak dari tempat duduk dan menghampirinya,” catat Truman di buku hariannya, seperti disitat dari History, Senin (17/7/2017).
Presiden kelahiran Lamar, Missouri itu melanjutkan kisahnya dengan sangat rinci. “Dia (Stalin) mengulurkan tangannya dan tersenyum. Saya membalasnya dengan perlakuan yang sama, kami berjabat tangan dan duduk,” tuturnya.
Setelah bertukar keramah-tamahan, basa-basi singkat keduanya berlanjut kepada pembicaraan yang sangat serius. Dua kutub kepemimpinan dunia pada masa itu duduk bersama membahas kebijakan pasca-Perang Dunia II, khususnya di Eropa.
Kala itu, Negeri Paman Sam masih terlibat perang di Pasifik melawan Jepang. Presiden Truman berharap Soviet mau membantu memerangi Negeri Sakura. Pada tahap ini, Truman mengaku berupaya membaca rencana Stalin untuk daerah yang sekarang dikuasainya di Eropa.
Sebagai gantinya, Stalin ingin memaksakan kendali Soviet atas wilayah-wilayah tertentu yang dicaplok pada awal PD II oleh Jepang dan Jerman. Rencana yang menurut Truman sungguh-sungguh agresif.