Di tempat berbeda, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, penyelundupan sabu seberat 1 ton asal Taiwan menunjukkan bahwa Indonesia masih lemah dari segi aturan, dan tindakan terhadap para bandar sehingga mereka berbondong-bondong menjajakan barangnya ke Indonesia.
"Selain memang potensial market, kita mungkin dianggap lemah untuk bertindak, hukum kita dianggap lemah, sehingga mereka merajalela di Indonesia," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.
Oleh karena itu, dia menegaskan, akan menjalin kerjasama dengan sejumlah instansi untuk memperkuat sistem pengamanan khususnya di daerah perbatasan yang rawan dijadikan pintu gerbang penyelundupan barang ilegal.
Tito berjanji akan menindak tegas dan menembak mati para bandar narkoba khususnya WNA yang berani coba-coba menyelundupkan barangnya ke wilayah Indonesia.
"Bahkan saya sudah sampaikan (kepada anak buah) selesaikan secara adat, artinya kalau melawan tembak. Dalam kasus ini (satu ton sabu) satu orang tertembak mati warga negara Taiwan," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )