EDINBURGH - Populasi panda di dunia kian menyusut. Itu sebabnya, berita kehamilan dan kelahiran bayi panda amat dinanti para pecinta satwa.
Kali ini, kabar gembira datang dari Kebun Binatang Edinburgh, Skotlandia. Pengelola kebun binatang mengumumkan kehamilan seekor panda raksasa bernama Tian Tian. Mereka mengungkapkan hal tersebut dalam korespondensi dengan Pemerintah Skotlandia.
Juru bicara Royal Zoological Society dari Kebun Binatang Edinburgh menyatakan, pengembangbiakan panda raksasa adalah proses yang amat rumit. "Kami meyakini bahwa Tian Tian saat ini sedang hamil. Meski demikian, akan sulit memprediksi kapan bayinya lahir mengingat musim kembang biak mereka berlangsung hingga akhir September," tuturnya, seperti dinukil dari Belfast Telegraph, Jumat (25/8/2017).
Juru bicara itu menambahkan, saat ini Tian Tian sedang diawasi penuh oleh tim ahli Kebun Binatang Edinburgh. "Kami akan selalu membagikan berita terbaru tentang Tian Tian," imbuhnya.
Selama beberapa tahun terakhir, Kebun Binatang Edinburgh telah melakukan beberapa upaya untuk membuat Tian Tian hamil. Reproduksi panda sendiri merupakan proses yang amat rumit. Salah satu penyebabnya, panda betina hanya satu kali mengalami masa subur selama setahun.
Pengelola Kebun Binatang Edinburgh akhirnya mencoba inseminasi buatan hingga lima kali setelah panda jantan mereka, Yang Guang, tidak responsif dengan proses kawin alami.
Tian Tian (Manis) dan Yang Guang (Cahaya Matahari) adalah satu-satunya pasangan panda raksasa yang hidup di Inggris. Panda hitam-putih itu tiba sebagai pinjaman dari China pada Desember 2011. Mereka dijadwalkan menjadi penghuni Kebun Binatang Edinburgh selama 10 tahun.
Negosiasi tentang kedatangan kedua panda itu ke Skotlandia pertama kali diumumkan pada 2008. Tian Tian dan Yang Guang dibawa ke Inggris di bawah perjanjian historis antara Inggris dan China.
Disebut sebagai hadiah dari China, pasangan ini merupakan panda pertama yang tinggal di Inggris selama 17 tahun terakhir. Kedatangan mereka menandai puncak upaya lima tahun untuk membawa panda ke tanah Skotlandia.
(Rifa Nadia Nurfuadah)