TOKYO - Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera pada hari Kamis (31/8/2017) meminta Amerika Serikat (AS) mengerahkan sistem rudal pertahanan Aegis untuk melawan ancaman Korea Utara (Korut).
Dalam percakapan telefon, para pejabat tinggi pertahanan dan kementerian luar negeri kedua negara membahas tindakan bersama melawan Pyongyang setelah rudal jarak menengah dilesatkan dan menerobos wilayah udara Hokkaido, Jepang, Selasa (29/8).
”Kami bersikeras menaikkan tingkat pertahanan rudal Jepang,” kata Onodera mengacu pada desakan pada AS untuk mengerahkan sistem radar dan peluncur rudal Aegis Ashore.
(Baca juga: Inggris Dukung Opsi Militer dan Perang Siber untuk Menekan Korut)
Selain itu, para pejabat tersebut juga membahas rencana untuk menjatuhkan sanksi babak baru Dewan Keamanan PBB terhadap Korut.
Sebelumnya, pada hari Rabu, para pejabat Jepang kepada Reuters mengungkapkan kekhawatirannya atas keamanan negara mereka sebab AS sejauh ini masih menolak untuk mempersenjatai Tokyo dengan sistem radar dan rudal pertahanan yang kuat.
(Baca juga: AS Merespons Tembakan Korut dengan Latihan Menembak Jatuh Rudal Balistik, Ini Hasilnya...)
Jepang ingin memiliki sistem pertahanan rudal balistik Aegis (BMD) berbasis darat yang beroperasi pada Tahun 2023. Jika disetujui AS, sistem itu akan menjadi lapisan pertahanan baru Tokyo untuk mengatasi ancaman serangan rudal Korut yang semakin mengkhawatirkan.
Jepang merasa ancaman militer Pyongyang semakin meningkat setelah Korut melesatkan rudal balistik jarak menengah (IRBM) yang melewati wilayah udara Hokkaido pada hari Selasa lalu. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengecam tindakan tersebut sebagai aksi ceroboh yang belum pernah terjadi sebelumnya.
(Qur'anul Hidayat)