OKEZONE STORY: Perang Gombe, Konflik Berdarah Antar-Kelompok Simpanse di Tanzania

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Minggu 03 September 2017 08:01 WIB
Ilustrasi bentrok antar-kelompok simpanse (Foto: Konrad Wothe/NPL)
Share :

Awalnya, Goodall tidak sadar bahwa kematian tersebut akan mengubah takdir kelompok secara drastis. Akan tetapi, beberapa tahun kemudian, konflik kekerasan mulai muncul. Kematian sang pemimpin ternyata membawa perpecahan di antara kelompok simpanse di Gombe.

Penelitian Jane Goodall mengungkapkan bahwa ternyata pejantan yang kuat tidak hanya menjadi pemimpin kelompok sendirian. Posisinya sebagai pemimpin, dilindungi oleh aliansi personal yang dibentuk sang pemimpin. Contohnya seekor simpanse bernama Leakey yang dikelilingi aliansi simpanse jantan yang kuat berpangkat letnan. Namun, kelompok lantas pecah ketika Leakey mati.

Simpanse yang berada di jalur sebagai pemimpin berikutnya diberi nama Humphrey oleh Jane Goodall. Akan tetapi, Humphrey tidak mendapatkan dukungan besar dari para pejantan. Dua ekor kakadk beradik simpanse bernama Charlie dan Hugh,menentang penunjukkan Humphrey sebagai ketua.

Selama beberapa tahun kemudian, kelompok Gombe pecah menjadi dua. Satu kelompok mendukung Humphrey dan satu lagi mendukung Charlie-Hugh. Kakak-beradik itu semacam membentuk faksi pemberontak di antara negara simpanse bernama Gombe.

Dinukil dari The Vintage News, Minggu (3/9/2017), Charlie dan Hugh lantas menguasai sisi selatan dan membentuk kumpulannya sendiri. Kelompok tersebut diberi nama Kahama oleh Jane Goodall. Humphrey menetap di utara dengan kelompok berjumlah lebih besar yang diberi nama Kasakela.

Kekerasan pertama kali benar-benar terjadi pada 1974 ketika seekor simpanse dari Kahama diserang oleh anggota Kasakela. Suatu hari, enam ekor Kasakela mendekati Godi, seekor simpanse jantan dari Kahama, yang sedang asyik makan di pohon.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya