Apalagi, dikatakan Nasir, Saracen sejak awal memang kelompok penjual kebohongan dibentuk sendiri lalu dihancurkan dalam rangka untuk membunuh karakter orang dan golongan tertentu.
"Saya pikir semua orang yang masih normal dan punya akal sehat akan resah dengan modul menjual berita-berita bohong. Tapi akan lebih resah lagi jika pengusutannya dibalut kepentingan politik dan kekuasaan," papar Nasir.
Sekadar diketahui, Saracen mematok harga puluhan juta saat menawarkan jasa menyebarkan hoax ke sang pemesan. Hal tersebut diketahui dari satu bundel proposal yang diamankan aparat.
Sejauh ini, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni JAS, SR, MFT, serta MAH. Kemudian, dalam perkembangannya, polisi menemukan 14 rekening terkait dengan sindikat Saracen.
Dengan adanya temuan itu, polisi telah meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana dalam rekening tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)