Cegah Aksi Massa, Ribuan Personel TNI dan Polri Jaga Candi Borobudur

Taufik Budi, Jurnalis
Rabu 06 September 2017 07:53 WIB
Ilustrasi
Share :

SEMARANG – Polisi akan menerjunkan ribuan personel untuk mengamankan Candi Borobudur dari kelompok massa yang berencana menggelar aksi unjuk rasa di lokasi tersebut. Selain itu, pasukan dari TNI akan turut bergabung melakukan penjagaan.

"Polda Jateng menyiapkan 22 SSK (satu satuan setingkat kompi, 1 SKK kurang lebih 100 personel). Dengan tambahan dari TNI sebanyak tiga SSK, jadi total ada 25 SSK," ujar Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono, usai rapat koordinasi dengan sejumlah pejabat Polri di Mapolda Jateng, Selasa (5/9/2017).

(Baca Juga: Polisi Tak Akan Izinkan Aksi di Candi Borobudur, Ini Pernyataan Kapolri Jenderal Tito)

Dia mengatakan, Candi Borobudur merupakan objek wisata andalan di Tanah Air dan termasuk salah satu keajaiban dunia. Sehingga tak hanya wisatawan lokal, banyak turis asing yang sengaja datang untuk berkunjung. Apalagi, banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya di candi terbesar di dunia itu sebagai mata pencaharian. Untuk itu,

"Di situ menghidupi rakyat banyak dari komunitas andong, cendera mata, homestay. Semua sangat berharap dengan adanya objek wisata tersebut untuk menarik wisatawan. Dan Indonesia sekarang sedang mendorong peningkatan wiasatawan ke sini. Oleh karenanya, sangat kontraproduktif kalau empati kita untuk muslim Rohingya dilaksanakan di situ," bebernya.

(Baca Juga: Ada Isu Aksi Solidaritas Rohingya di Borobudur, Polda Jateng Tetapkan Siaga 1 Mulai 7-9 September)

Sekadar diketahui, beberapa hari terakhir marak beredar informasi digelarnya aksi solidaritas yang akan dilakukan sejumlah ormas dengan mengerahkan jutaan orang di Candi Borobudur, Jumat 8 September. Aksi itu digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap umat muslim Rohingya yang saat ini tengah dilanda krisis kemanusiaan di Myanmar.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya