Waduh! GP Ansor Sebut Konflik Etnis Rohingya Akibat Adanya Blok Migas di Rakhine

Rayful Mudassir, Jurnalis
Kamis 07 September 2017 16:17 WIB
foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Konflik kemanusiaan yang terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar terus terjadi. Meski sejumlah pihak menilai konflik yang terjadi terkait isu agama serta ekonomi dan politik, namun Gerakan Pemuda (GP) Ansor berpendapat berbeda. Menurut mereka konflik berkepanjangan ini terjadi lantaran adanya keberadaan pipa minyak di wilayah itu.

Wasekjen GP Ansor, Mahmud Syaltout mengatakan pengurus Ansor telah membuat kajian dan mencari solusi mengatasi ketegangan yang terjadi di Rakhine. Dari data yang diperoleh, disimpulkan kekerasan itu mengarah pada konflik geo politik.

“Rakhine merupakan satu sub zona sendiri. Cadangan minyaknya besar. Adanya keberadaan pipa minyak dan blok-blok minyak dan gas di sana,” kata Mahmud Syaltout dalam diskusi Redbons, Bencana Kemanusiaan Rohingya & Solidaritas Muslim ASEAN di Kantor Redaksi Okezone, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2017).

 (Baca juga: DPR Duga Ada Oknum Bonceng Isu Rohingya untuk Goyang Pemerintah)

Dikatakan Mahmud, dalam laporan yang dikeluarkan oleh sebuah lembaga dari pantuan satelit, di wilayah Rakhine, memang terlihat adanya pipa-pipa minyak, khususnya berada di dekat pemukiman etnis Rohingya. Ia menduga Myanmar melakukan serangkaian aksi kekerasan untuk mengamankan pipa migas tersebut.

“Misalnya kemarin, di background minoritas Rohingya itu di sepanjang mereka menyelamatkan diri, terlihat pipa. Kemudian secara spesifik kenapa makin menguat di tahun 2016 dan 2017, karena ada beberapa blok migas yang ekspired kontraknya di 2017. Dan ada blok baru benar-benar di Rakhine dan ditawarkan tahun ini,” jelas Mahmud.

 (Baca juga: Sepakat! Gubernur Jateng Pastikan Aksi Solidaritas Rohingya Tak Digelar di Candi Borobudur)

Dikatakan Mahmud, konflik antara junta militer dengan etnis Rohingya juga pernah terjadi di tahun 2013. Pada tahun yang sama pula, diketahui eksplorasi minyak di Myanmar di buka. Selain itu pipa minyak dari Myanmar juga mengalir sampai ke Cina.

Konflik kekerasan yang dialami etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar kembali terjadi sejak akhir Agustus lalu. Setidaknya 100 ribu lebih masyarakat etnis tersebut terpaksa menyelamatkan diri ke Bangladesh dan 400 orang tewas akibat serangan dari junta militer Myanmar.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya