Sebelumnya, pada Jumat 8 September, Kementerian Luar Negeri Amerika menyatakan sangat terfokus dalam memulihkan bantuan untuk Rakhine dan sangat prihatin karena terus munculnya laporan mengenai tuduhan pelanggaran HAM di kawasan tersebut.
Patrick Murphy, Deputi Asisten Menteri Urusan Asia Tenggara, mendesak semua pihak untuk mengambil langkah-langkah guna meredakan ketegangan. Menurutnya, sejak Agustus, lebih dari 200 ribu pengungsi telah lari ke Bangladesh untuk menghindari kekerasan.
BACA JUGA: Mantap! Iran Siapkan 40 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Muslim Rohingya
Ia menambahkan, jumlah pengungsi yang berada di Myanmar tidak diketahui, tetapi mereka terdiri dari warga Rohingya dan bukan Rohingya. (DJI)
(Rifa Nadia Nurfuadah)