TEL AVIV – Kejaksaan Agung Israel tengah mempertimbangkan menjatuhkan dakwaan terhadap Sara Netanyahu, istri dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Perempuan berusia 58 tahun itu diduga menyalahgunakan uang negara untuk kepentingan pribadi berupa makan malam pribadi dan urusan catering lainnya dengan jumlah mencapai 100 ribu dolar Amerika Serikat (AS).
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Kehakiman Israel menyatakan Jaksa Agung Avichai Mandelblit sedang mempertimbangkan pasal dakwaan kepada Sara. Beberapa di antaranya adalah pelanggaran pemberian barang palsu, kecurangan, dan melanggar kepecayaan publik.
Kasus tersebut diberi nama ‘skandal pemesanan makanan’ oleh Kementerian Kehakiman Israel. Sara Netanyahu, dengan bantuan seorang ajudannya, diduga menyusun impresi palsu antara 2010-2013 bahwa tidak ada koki yang dipekerjakan di kediaman resmi perdana menteri. Padahal, ada sejumlah koki.
Skandal tersebut dilakukan, menurut pernyataan Kementerian Kehakiman, untuk mengucurkan uang negara di luar katering. Dana tersebut wajib dikeluarkan untuk biaya makan keluarga sang kepala pemerintahan, jika memang tidak ada koki yang dipekerjakan untuk memasak.
“Dengan cara ini, ratusan makanan dari restoran dan chef seharga USD102.399 dibayar dengan menggunakan uang negara yang diselundupkan,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Kehakiman, mengutip dari Reuters, Sabtu (9/9/2017).