Dihujani Kritik soal Krisis Rohingya, Mengapa Suu Kyi Tak Merespons?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Minggu 10 September 2017 07:32 WIB
Pemimpin Myamar, AUng San Suu Kyi. (Foto: Reuters)
Share :

Rivalitas etnik yang kompleks

Dalam dunia yang dibuat kelam oleh aksi-aksi Slobodan Milosevic dari Serbia, Franjo Tudjman asal Kroasia, dan gerakan Hutu di Rwanda, Aung San Suu Kyi dipandang sebagai juru damai.

Akan tetapi, kami terlalu sedikit mengetahui Myanmar serta sejarah rivalitas antaretnik yang diperparah oleh kemiskinan dan manipulasi junta militer selama berpuluh tahun. Dan kami sedikit paham tentang sosok Aung San Suu Kyi.

Kami tidak memperhitungkan kekeraskepalaan Suu Kyi—yang menolak tunduk di bawah kekuatan junta militer—akan sama kuatnya dalam menghadapi kritik dari luar negeri jika dia suatu saat berkuasa.

Bahwa kekuatan terbesarnya saat menghadapi kesulitan sejatinya bisa membuktikan kelemahannya. Sahabat dan rekan lama Suu Kyi dalam pergerakan hak asasi manusia dunia serta politikus yang sebelumnya simpatik berubah menjadi sangat kritis terhadapnya.

Siapapun yang menghabiskan waktu lama bersamanya paham bahwa mengubah jalan pemikirannya ketika dia sedang menjalani aksi adalah sangat sulit.

Desember 2016 lalu, ketika Vijay Nambiar, perwakilan khusus PBB untuk Myanmar, mendesak Aung San Suu Kyi berkunjung ke negara bagian Rakhine, dia ditolak mentah-mentah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya